Pentingnya Lokakarya di Sekolah
https://marwahnow.blogspot.com/2018/05/pentingnya-lokakarya-di-sekolah.html
![]() |
| Oleh : Feri Fren (Widyaswara LPMP Sumatera Barat) |
Tahun Pelajaran baru 2018/2019 akan segera dimulai, semua pihak
mempersiapkan diri. Mulai dari siswa,
orang tua dan sekolah.
Pihak sekolah memulainya dengan kegiatan lokakarya dalam rangka
mempersiapkan diri dengan menyusun berbagai strategi. Semuanya itu dilakukan
untuk meningkatkan mutu sekolah dan lulusan agar lebih baik dari tahun
sebelumnya.
Setiap akhir tahun pelajaran, menjelang dimulainya proses belajar
mengajar di awal tahun pelajaran berikutnya, Sekolah-sekolah selalu mengisi
waktu libur dengan mengadakan kegiatan lokakarya.
Pelaksanaannya pun bervariasi, baik dari segi jumlah hari, tempat
pelaksanaan, serta fasilitator/nara sumber yang digunaka. Ada yang mengambilnya
dari tingkat sekolah, Kabupaten/Kota, Propinsi bahkan ada yang dari tingkat
pusat. Semua itu dilakukan dalam rangka memberikan pencerahan kepada guru-guru
dan pegawai untuk peningkatan kinerjannya dimasa yang akan datang.
Banyak sekolah yang telah pernah berprestasi dan dianggap baik suatu
waktu hancur. Hal ini disebabkan karena sekolah tersebut tidak bisa melakukan
perbaikan secara berkelanjutan baik secara fisik maupun sumberdaya manusia yang
ada di dalamnya sesuai dengan tuntutan masyarakat, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi terkini.
Di sisi lain ada pula muncul sekolah baru, mereka lebih mampu memenuhi
harapan dan tuntutan masyarakat, mampu melakukan perbaikan dari segi mutu
pembelajaran, administrasi, manajemen sekolah, iklim organisasi, ketenagaan,
mutu lulusan, pembiayaan, sarana dan prasarana, peran serta masyarakat dan lain
sebagainya.
Kondisi tersebut, membuat sekolah yang tidak mau dan tidak mampu
memperbaiki diri dalam hal mutunya, tidak akan mendapatkan tempat di hati
masyarakat. Tidak ada orang tua yang mau memasukkan putra/putrinya kesekolah
tersebut. Akhirnya, sekolah tersebut
hidup susah matipun segan.
Oleh karena itu, prinsip perbaikan mutu berkelanjutan pada setiap sekolah
mutlak untuk diterapkan.Hal ini bisa didasari dari hasil peta mutu sekolahnya.
Sekolah harus mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat. Kesemuanya itu
dapat direncanakan dan disusun stareginya dalam kegiatan lokakarya sekolah.
Lokakarya adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk
memecahkan masalah tertentu dan mencarikan solusinya. Lokakarya merupakan
pertemuan ilmiah yang kecil, didalam kegiatannya dibahas seluruh masalah
sekolah setelah satu tahun berjalan. Agar terjadi peningkatan mutu kearah yang
lebih baik lagi. Seluruh stake holders sekolah mulai dari kepala sekolah,
majelis guru, pegawai, komite sekolah dan warga sekolah lainnya secara
bersama-sama untuk mendiskusikannya.
Menurut Crosby mutu adalah sesuatu yang disyaratkan atau distandarkan
(Conformance to requirement), sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan
baik input, proses, maupun outputnya. Oleh karena itu, mutu pendidikan yang
diselenggarakan sekolah dituntut untuk memiliki standar mutu.
Dalam bidang pendidikan, yang dimaksud dengan mutu memiliki pengertian
sesuai dengan makna yang terkandung dalam siklus pembelajaran. Secara ringkas
dapat disebutkan beberapa kata kunci pengertian mutu, yaitu: sesuai
standar,sesuai penggunaan pasar/pelanggan, sesuai perkembangan kebutuhan,dan
sesuai lingkungan global.
Adapun yang dimaksud mutu sesuai dengan standar, yaitu jika salah satu
aspek dalam pengelolaan pendidikan itu sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. Garvin seperti dikutip Gaspersz mendefinisikan delapan dimensi yang
dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik suatu mutu, yaitu:kinerja,
tampilan, kehandalan, konfirmasi, daya tahan, kompetensi pelayanan, estetika
dan kualitas.
Dalam pandangan masyarakat umum sering dijumpai bahwa mutu sekolah atau
keunggulan sekolah dapat dilihat dari ukuran fisik sekolah, seperti gedung dan
jumlah ekstra kurikuler yang disediakan. Ada pula masyarakat yang berpendapat
bahwa kualitas sekolah dapat dilihat dari jumlah lulusan sekolah tersebut yang
diterima di jenjang pendidikan selanjutnya, atau banyaknya lulusan yang dapat
bekerja dan yang diterima di dunia usaha dan dunia industri.
Untuk dapat memahami kualitas pendidikan di sekolah, perlu kiranya
melihat pendidikan di sekolah sebagai suatu sistem.
Didalamnya terdiri dari kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, siswa,
pengawas dan masyarakat. Selanjutnya mutu sistem tergantung pada mutu komponen
yang membentuk sistem itu sendiri, serta proses yang berlangsung hingga
membuahkan hasil.
Dalam lokakaryapun dibahas masalah pembelajaran. Untuk meningkatkan
kualitas mengajar hendaknya guru perlu merencanakan program pengajaran dengan
menggunakan metode serta strategi yang tepat sesuai dengan tujuan dan materi
yang ingin dicapai. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses untuk kurikulum 2013.
Dalam aturan tersebut mengisyaratkan bahwa dalam proses pembelajaran
seorang guru dituntut untuk dapat memiliki pendekatan, metode, dan
teknik-teknik tertentu yang dapat menciptakan kondisi kelas pada pembelajaran
yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan, menantang dan memotivasi
peserta didik untuk terlibat aktif sesuai dengan bakat dan perkembangan
fisiknya Sehingga pada akhirnya akan diperoleh kondisi kelas yang mempunyai
aktivitas tinggi serta hasil belajar yang sangat memuaskan.
Guru juga dituntut untuk dapat memenuhi sejumlah prinsip pembelajaran
tertentu, diantaranya guru harus memperhatikan kebutuhan dan karakteristik
peserta didik. Seorang guru mengembangkan strategi pembelajaran serta menilai
proses serta hasil pembelajaran yang dilakukan secara akurat dan komperhensif.
Dengan adanya lokakarya sekolah, diharapkan terjadi perubahan ke arah
yang lebih baik dalam berbagai hal. Akhirnya peningkatan pencapaian mutu dari
delapan standar nasional pendidikan akan dapat terwujud secara optimal. Semoga.
